Kemarahan Koalisi Penikmat Jalangkote

https://img.inews.id/media
sultansulaiman.id Saya meringis melihat adegan rundungan yang dialami Rizal alias Momo, sembari menyumpahi latar cekikikan perempuan yang merekam kejadian itu. Entah apa yang ada di kepala Firdaus dan kawanannya, juga perempuan yang tawanya jadi latar video itu, di tengah kemalangan dialami Momo. Adakah itu lucu bagi mereka. Saya berharap, dalam serbuan rasa sakit Momo, ia berdoa, semoga para perundung itu diganjar mencret tujuh turunan oleh Tuhan. Ini bulan puasa, makbul berdoa, apalagi dalam kondisi teraniaya.

Ada tiga potongan video yang beredar di media sosial yang menunjukkan perisakan Momo. Meski sering digituin, Momo memilih menyimpan perihnya sendiri. Tak pernah sekali pun ia sampaikan ke orang tuanya. Baginya, senyum di wajah ibunya karena dagangan laku terjual jauh lebih penting. Yang dialaminya, biarlah dia benamkan dalam kesunyian, sekaligus menjadi penegas kesucian hati yang dimilikinya.
Momo mungkin bisa bersabar, tapi sepertinya Tuhan memilih jalan yang mesti. Segala rasa sakit yang dialami Momo selama ini harus disudahi. Video itu akhirnya viral dan para perisak terciduk dalam sekejab. Tuhan membalas dengan caranya. Tuhan mengirim orang-orang baik, ada setumpuk hadiah buat Momo, salah satunya sepeda baru. Semoga itu bisa sedikit menghapus luka Momo. Semoga kejadian buruk semacam itu tak lagi dialami Momo dan anak-anak lain di luar sana. Dari Pangkajene Kepulauan (Pangkep) nama Rizal yang akrab dipanggil Momo mendengung sejagad maya. Momo mendapat simpati di banyak hati yang peduli.

***

Perundungan tak bisa dibiarkan. Pelaku anti sosial macam itu lebih mengerikan dari wabah. Lihatlah, bagaimana sosok-sosok ini tertawa lepas di tengah penderitaan orang lain. Ah...! Saya seperti terlempar ke masa kanak. Betapa perlakuan seperti itu pernah saya alami. Ada beberapa sosok yang hadir benderang: teman sekolah, guru, orang-orang dengan tanduk di kepalanya. Celakanya, tak bisa hilang bahkan setelah puluhan tahun itu berlalu. Ia membekas dengan bekas yang lekang.

Maka wajar jika, para perundung/perisak/pembully ini diseriusi efek jeranya. Jangan lagi, hanya sebatas berakhir di lembaran kertas bermeterai. Jangan lagi, harus ada efek jera yang lebih serius, termasuk melibatkan lingkaran keluarga perisak. Sekolah, kampus, dan banyak tempat, menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Justru di lingkungan di mana anak-anak mesti diperlakukan istimewa, rundungan menjadi santapan yang biasa.

***

Kepada Momo, Tuhan hendak memberimu kejutan, semoga kau memiliki masa depan cerah. Kebeningan hatimu akan menuntunmu bertemu dengan berupa kebaikan juga dengan orang-orang yang menyertainya. Semoga kau semakin ditinggikan, derajatmu dunia dan akhirat! Banyak penikmat jalangkote yang di pihakmu, jadi biarkan semesta menyelesaikan segalanya, dengan cara Tuhan yang paling baik. (*)

Simak juga:

0 Comments

Posting Komentar