Review Film: Merayakan Kemenangan Para Pelakor (Catatan Dua Episode Terakhir The World of the Married)

https://cdn2.tstatic.net
sultansulaiman.id, Seluruh prediksi dari tulisan sebelumnya meleset, termasuk spekulasi tentang Dr. Kim Yoon-ki saudara tiri Dr. Ji Sun Woo. Terus terang, saya menikmati dua episode terakhir TWOM seperti kehilangan selera makan. (Jelaslah, kan lagi puasa) Tadinya saya mengira jika tensi antar tokoh akan semakin meroket seperti iuran BPJS, nyatanya? Ya ghitu deh.

***

Episode terakhir (16) nampak sekadar ramuan potongan adegan dari episode 15. Terlalu banyak flashback. Dr. Ji Sun Woo juga terlihat amat sentimentil, dia terlalu banyak menangis di beberapa adegan. Tae Oh telah kehilangan semuanya, termasuk dara cantik kaya raya Da Kyung yang membuat hatinya berpaling dari istrinya. Setelah mendapatkan anaknya kembali Joon Young, Dr. Ji memilih tetap menetap di Gosan. Ia tak jadi pergi lantaran mungkin kenangan di Gosan telah menyerap seluruh hidupnya. Memang, amat sulit memutuskan untuk meninggalkan tempat yang telah menabur banyak kenangan dalam hidupmu. Begitulah kira-kira.
Tae Oh hidup menggelandang lalu kembali menawarkan opsi rekonsiliasi lewat anaknya Joon Young. Pada sebuah perjumpaan di meja makan, Tae Oh mengungkap inginnya memulai kembali bangunan rumah tangganya yang lebur itu. Dr. Ji meski terlihat amat gregetan tapi keputusan akhirnya ada pada sosok di sampingnya, Joon Young. Lelaki tanggung itu jelas menolak. Dr. Ji, meski penuh pertimbangan, ikut menolak tawaran mantan suaminya. 
Pertemuan itu berujung pada aksi nyaris bunuh diri Tae Oh. Aksi itu seketika menguapkan segala luka dan mengubur seluruh rasa benci. Dr. Ji terperangah, beranjak tergesa, lalu mendapati Tae Oh dalam posisi makin kalah, ia tak jadi mati, tapi harapannya terhadap masa depan nampaknya sudah mati. Ia mengulangi rembesan air matanya di meja makan, kali ini dengan alunan yang makin pilu saja. Sepasang mantan itu saling merengkuh, Tae Oh dalam posisi setengah terduduk, Dr. Ji setengah menunduk menggapai tangan sang mantan.

Joon Young paling tidak terima dengan itu. Ia memilih pergi, menajuhi kedua orang tuanya setelah dengan adegan teatrikal membanting ponselnya. Aduhai, itu samsung tipe apa ya?

***

Baiklah, secara keseluruhan TWOM hendak membawa kita pada kesimpulan: keretakan rumah tangga hanya akan mengorbankan masa depan anak. TWOM sejak awal menempatkan posisi perempuan lebih dominan. Ji Sun Woo seorang dokter, perempuan mandiri yang bisa hidup bahkan tanpa lelaki di sampingnya. Sialnya, ia terjerat dengan makhluk lima huruf: CINTA, membawanya menekuni hubungan dengan lelaki PENGACARA bernama Tae Oh. 
Pengacara: Pengangguran Banyak Acara membuat Tae Oh bebas berkeliaran ke mana saja, dengan jaminan tanpa batas dari Ji Sun Woo. Jaminan itu akhirnya membawanya pada hubungan terlarang setelah kepincut dengan perempuan muda kaya raya nan jelita Da Kyung pula putri dari orang ternama. Bagi Pengacara seperti Tae Oh, mungkin ini kesempatan emas. Apalagi Tae Oh punya ambisi mengada-ngada membuat film laris-manis dengan dukungan finansial memadai. Ketua Yoe ortu Da Kyung jawabnannya.

Tapi, lelaki mana yang sanggup menolak serbuan pelakor model Da Kyung itu? Dengan seluruh kriteria paripurna yang dipunyainya, Da Kyung bahkan tersebut dalam hadis nabi soal tiga kriteria: cantik, kaya raya, dan darah (keturunan). Bobot dan bibitnya sangat berpotensi menjebol pertehanan para lelaki, bukan hanya lelaki labil model Tae Oh.

“Bagaimana sendainya ada perempuan seperti Da Kyung yang menggoda suami Ibu?” Pertanyaan saya kepada istri. sayangnya pertanyaan itu saya ajukan di dapur saat ia sibuk menyiapkan hidangan buka puasa.

“Eh...Tidak usah bertanya bagaimana dan seandainya ya Yah! Jangan berkhayal macam-macam yang tidak bisa dibayangkan, mau dipiso-pisokah?!”

***

Hubungan Son Je Hyuk dan Go Hye Rim harus berakhir padahal sudah kembali seranjang. Son Je Hyuk ingkar janji lagi, setelah menjalin hubungan dengan WIL: Wanita Idaman Lain. Son Je Hyuk nampaknya contoh sempurna lelaki hidung belang, dikasi hati minta jantung. 
Seol Myung Sook menikmati posisi barunya sebagai direktur eksekutif muda sembari sesekali menggoda Dr. Ji agar kembali bekerja di rumah sakit. Dr. Kim, masih seperti itu, lelaki pemendam rasa yang tak segan memberi bantuan jika dibutuhkan. Sedang Da Kyung, kembali menjalani hari-harinya seperti biasa dan mengabaikan kerusakan yang telah ditimbulkannya pada rumah tangga orang lain. Mungkin ia akan mempertimbangkan menjalin hubungan dengan lelaki muda yang menawarkannya segelas kopi.

TWOM bagi saya adalah perayaan atas kemenangan para pelakor. Betapa para pelakor ini makin hari bergentayangan di mana-mana, modusnya juga makin canggih. Jangankan Da Kyung dengan segala nilai plusnya itu, pelakor bermodal bedak bayi saja sudah bisa menaklukkan para suami. Jadi? Para Emak kudu waspada...!

Apalagi membayangkan daya rusak yang ditimbulkan bagi keluarga. Luar biasa fatal bukan? Sebuah keluarga yang terlihat sempurna harus berantakan, hanya bermula dari sehelai rambut dan sebuah lipstik?

***

Bagi para lelaki, serapi apapun segalanya disembunyikan akhirnya tercium juga. Wanita dilengkapi alat pengendus kebohongan yang lebih canggih dari hewan pelacak. Jadi berhati-hatilah. Bahkan kaum ini lebih canggih dari detektif mana pun yang ada di dunia. Jangan cari masalah!

Kabar buruknya, serial TWOM dan drakor serupa itu semakin menyuburkan jiwa investigasi dalam diri para istri. saya harus ikhlas dengan segenap Standar Operasional Prosedur (SOP) saat pulang kantor, istri lebih penasaran dengan ponsel dari pada suaminya. Da Kyung telah menebar teror bagi rumah tangga dan mengancam stabilitas keluarga. Jadi kita sudahi saja bahasan ini, sampai di sini...! Eh harga gas elpiji 3 Kg belum naik loh!(*)

Simak pula:

0 Comments

Posting Komentar