I Am Geprek Bensu

https://coconuts.co/wp-content/uploads/
SultanSulaiman.Id-Ruben Onsu harus pasrah dan menyerahkan kepemilikan nama Bensu pada Benny Sujono. Setelah perjuangan panjang yang dilakukan Ruben Onsu, Mahkamah Agung menolak kasasi dan memerintahkan penghapusan beberapa nama Bensu pada brand yang digunakan usaha kuliner Ruben Onsu. Bensu memang cocok untuk singkatan dua pemilik nama Benny Sujono dan Ruben Onsu.

Bensu makin populer sebagai merek dagang, sehingga perlu untuk diputuskan siapa sebenarnya yang paling berhak memilikinya. Di sisi lain masyarakat sebagai konsumen kerap dibuat bingung, mengakunya mengasup ayam geprek milik Ruben Onsu, eh ternyata yang dicicipinya justru punya Benny Sujono.

Pelik. Kita sering dengar soal apalah arti sebuah nama bukan? Nyatanya, nama bisa membuat orang terlibat perang serius. Karena berebut label Bensu ini, Ruben Onsu dan pihak Benny Sujono harus terlibat konflik panjang yang melelahkan. Dari sejak 2017, hingga akhirnya putusan penolakan kasasi Ruben Onsu dari Mahkamah Agung RI, Kamis (11/6). Tentu banyak yang dikorbankan. Tenaga, waktu, dan dana tentu saja. Nama menjadi rebutan sebab ia memiliki esensi dari sesuatu, apalagi ia merujuk ke produk jualan. Tentu nama memiliki nilai jual yang berbarengan dengan nilai produk yang dijual. Nama bisa menjamin kualitas.

Kronologi perebutan Bensu ini bermula ketika Ruben Onsu merintis bisnis kuliner Ayam Geprek Bensu pada periode Agustus 2017. Nama Bensu sebelumnya sudah digunakan untuk merek dagang PT Ayam Geprek Benny Sujono dengan nama I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerr. Nama Bensu sendiri adalah penghargaan yang diberikan oleh tiga orang yang merintis usaha kuliner: Yangcent, Kurniawan, dan Stefani Livinus kepada sang pengusul usaha, yaitu Benny Sujono yang juga orang tua dari Yangcent. Badan hukum usaha kuliner tiga sekawan itu akhirnya terbit berdasarkan Akta Perseroan Terbatas PT Ayam Geprek Benny Sujono Nomor 130 tanggal 15 Maret 2017, sesuai yang diterakan megapolitan.kompas.com.

Sebelum Ruben Onsu mendirikan usaha kulinernya, Jordi Onsu adik sang artis pernah bergabung sebagai manajer operasional PT. Ayam Geprek Benny Sujono, Karena memiliki keakraban dengan owner PT. Ayam Geprek Benny Sujono tentu Jordi tak punya kendala apa-apa. Penuturan lebih lanjut mengungkap bahwa bergabungnya Jordi Onsu hanya sebatas kerja sama pengelolaan bisnis semata, bukan pengalihan merk dagang I Am Geprek Bensu.

Usaha I Am Geprek Bensu makin berkembang. Outlet dibuka di mana-mana. Oleh Jordi Onsu, ditawarkanlah nama Ruben Onsu sebagai ikon promosi. Alasannya, Ruben artis tentu sudah dikenal banyak khalayak. Posisi Ruben sebagai ikon promosi tentu dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Pada Mei 2017, Ruben Onsu menjadi Brand Ambasador I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerr. 
Hadirnya Ruben sebagai ikon promosi sudah diganjar dengan kompensasi yang layak. Hingga pihak Jordi akhirnya meminta seorang karyawannya dipekerjakan di bagian dapur. Permintaan ini sudah dicurigai sebagai upaya untuk mengintip resep dan hal teknis lain yang berkaitan dengan isi dapur I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerr. Dugaan ini dibenarkan, saat Jordi pada periode Juli 2017 menarik karyawannya tersebut lalu bersama-sama mendirikan Ayam Geprek Bensu bersama Ruben Onsu. Tahun berikutnya (2018), Ruben melayangkan permohonan penetapan merek Bensu sebagai akronim dari namanya Ruben Samuel Onsu.

Ketegangan dua pebisnis ayam ini kembali memanas saat Ruben melayangkan protes kepada owner I Am Geprek Bensu Sedep Bini ener/Beneerr, Yancent untuk tidak lagi menggunakan nama Bensu pada usaha kulinernya. Praktis kondisi digunakan oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono untuk melakukan gugatan balik. Hasilnya? Ruben Onsu harus pasrah dan kalah hingga kasasi tertolak di Mahkamah Agung. Dengan ditolaknya kasasi, pihak Ruben Onsu harus menghapus nama Bensu dari seluruh produk kuliner yang dia jual. Ribet ya?(*)
Baca juga:

10 komentar

  1. oh gitu to. kalo bener konyol juga ya! ibarat lagi ujian di kelas, yg nyontek malah ngelaporin siswa yang dia contek ke pengawas. wkwk

    BalasHapus
  2. Nah, ini. Aku baca beritanya dari sini awalny tuh bingung. Aku sendiri emang mengidentikan ayam geprek bensu ya dg ruben onsu. Baru tahu sejarah dan asal muasalny ternyata begitu. Memang masalah seperti ini benar-benar sensitif y, enggak cuma di dunia penulisan aja.

    BalasHapus
  3. ancaman ini, bensu sekarang posisinya dekat banget ama kantor aku, hahahah. sambelnya ini menag enak banget

    BalasHapus
  4. Memang sulit sih cari nama yang unik. Apa lagi cocok dengan nama sendiri

    Kadang, udah unik dan cocok, eh udah ada yg makek.

    Nama blog juga gitu....

    BalasHapus
  5. Hikmah kasus ini, kedua resto itu jadi terkenal dan bikin Food Blogger pengen bandingin menu kedua resto itu

    BalasHapus
  6. Adeknya nih ya yang bikin gara-gara hehe tapi gawat banget lho ini masalahnya...kok bisaa...

    BalasHapus
  7. Aih, itu lah pentingnya untuk aware dengan pendaftaran merek, karena merek adalah identitas usaha. Dan bagaimana pun, saya memihak PT Ayam Geprek Benny Sujono

    BalasHapus
  8. ini yang viral dan semakin viral ketika dibahas oleh natijen, food blogger sampai food vloger :D
    mereka viral + tetap mendulang keuntungan

    BalasHapus
  9. pas baca berita tentang kasus ini baru tahu ternyata yang duluan berdiri itu i am geprek bensu. kirain ayam itu yang ngikuting ayam gepreknya ruben onsu. heu

    BalasHapus
  10. Ooh begitu toh ceritanya. Jadi jelas deh siapa Yang memulai. Tapi Ruben bisalah segera membuat brand baru dari pada terus mempertahankan nama itu.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon