8 Formula Penambah Imun Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Saat Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pelaksanaan Rapid Tes.

SultanSulaiman.Id., Angka positif Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dan menuju fase mengkhawatirkan. Kita nyaris ingin mengakhiri pandemi, namun nyatanya jumlah positif kembali melonjak. Bukan salah bunda mengandung, hanya saja penegakan aturan yang bablas dan tidak konsisten, di tengah terpuruknya ekonomi membuat ragam skenario yang diberlakukan pemerintah mental di tengah jalan. Ada ragam muataan kepentingan yang menyebabkan Covid-19 pada satu kesempatan di kesampingkan, padahal pandemi ini nyata memakan korban. Lantas apa yang akan kita lakukan?

Ada angin segar setelah pemerintah mengumumkan bahwa vaksin covid-19 sudah ada. Hanya perdebatan makin sengit sebab, suara tentang vaksin pun terbelah. Pro kontra mencuat, banyak yang menolak sebab menganggap vaksin tak ubahnya lahan bisnis baru menggemukkan kantong-kantong kaum oportunis. Faktanya, kita sedang amat berduka sebab bantuan sosial yang harusnya digunakan untuk stimulus pemulihan ekonomi masyarakat justru digasak koruptor. Disunat per paketnya untuk keperluan entah.

Makin ke sini, varian baru Covid-19 kini muncul dan memaksa banyak negara menutup akses bagi warga negara asing. Kita patut mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri yang menerapkan kebijakan yang sama bagi Warna Negara Asing. Selain mawas diri, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan segala yang menyangkut pencegahan penularan covid-19 harus dan mesti dilakukan. Lantas, jika semua usaha itu sudah dilaksanakan dan ternyata kemudian hari terkonfirmasi positif covid-19, harus menjalani isolasi mandiri di rumah sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) misalnya, apa yang harus dilakukan? Pastikan Anda sudah membaca tulisan saya sebelumnya tentang Positif Covid-19. Berikut 8 Formula Anti Baper Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Saat Terkonfirmasi Positif Covid-19.
Dok. Pribadi. Persiapan Petugas Swab Test di Puskesmas Pekkabata.

1. Ikhlas Menerima Kenyataan
Sebagai mantan positif Covid-19, saya pernah merasakan betapa hari-hari isolasi mandiri itu berubah mencekam jika tak ada formula khusus. Saat pertama dinyatakan reaktif rapid tes, saya enteng saja, hingga diminta menjalani isolasi mandiri dan mengikuti swab test di Pusat Kesehatan Masyarakat dekat domisili. Dua kali pengambilan sampel lendir dari hidung dan tenggorokan yang melelahkan air mata. Dua hari berselang, Tim Dokter menyatakan bahwa saya positif Covid-19.

Saya sudah menduga bakal positif, semacam firasat saja. Saat dinyatakan positif istri luar biasa paniknya, orang tua saya (ibu) tak kalah cemasnya. Langkah pertama yang kami ambil adalah segera melakukan isolasi terpisah. Semestinya, istri dan anak-anak juga diswab test, hanya saja rentang waktu swab masih agak lama sementara saya sudah dinyatakan positif. Jadilah saya isolasi di tempat domisili sementara istri dan anak-anak diungsikan di tempat yang lain sembari terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 jika kemudian hari istri dan anak-anak saya mengalami gejala mirip covid-19.

Sejatinya, inilah masa paling berat, harus berpisah dengan keluarga. Istri sudah menyiapkan segala kebutuhan sandang-pangan selama Isolasi. Sembari memberikan pengertian ke anak-anak, kami akhirnya menjalani isolasi terpisah. Ikhlas berarti mengjak diri berkompromi dengan keadaan. Meski merasa baik-baik saja, namun hasil tes menunjukkan saya terkonfirmasi positif covid-19. Maka ditetapkanlah sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menularkan virus ke orang lain. Saya amat mencemaskan istri dan anak-anak, namun alhamdulillah semua bisa dilewati dengan mulus hingga masa isolasi berakhir dan hasil swab test negatif.

2. Sembahyang Mengaji 
Ingat kerjaan Si Doel kan? Bagi muslim, ini adalah formula yang lumrah. Ibu saya menyarankan agar bisa khataman quran dalam masa isolasi. Termasuk pula, menjaga sembahyang tepat waktu. Ada perubahan yang berarti, utamanya dari segi keteraturan waktu. Tiba-tiba momen isolasi menjadikan saya dekat dengan Pemilik Segala, setelah sekian lama terjebak dalam kubangan lupa. Maka isolasi menjadi semacam jalan untuk menemukan diri dan mengeratkan jiwa kepada Pemiliknya. Jadi ingat, sembahyanglah sebelum disembahyangi, mengajilah sebelum kembali terjebak bejibun kesibukan. Mumpung masih ada waktu.

3. Memasak
Isolasi mengharuskan segala sesuatu dilakukan mandiri. Jika tak memiliki keterampilan dapur memadai, tak apa mencobanya. Dari pada harus nelangsa karena tidak mengasup apa-apa toh. Berharap dari makanan kiriman tentu tak terlalu baik, utamanya bagi isi dompet. Beruntung, karena istri sudah menyiapkan segalanya. Bahan mentah dan instan cukup selama masa isolasi. Minimal pandai bakar, goreng, dan rebus. Itu sudah sangat memadai Bakar ikan, goreng tempe, rebus telur atau mie instan. Simple bukan? Bahkan beberapa kesempatan, saya mencukupkan diri hanya dengan rebusan telur, nasi, dan sedikit kecap. Toh itu tetap nikmat. Jika butuh dipadupadankan dengan yang lain, setiap pagi puluhan penjual sayur lewat dan bisa disetop kapan saja. Dengan uang Rp. 10.000, sudah sangat longgar buat makan 1-2 hari, intinya masak sendiri.

Soal memasak ini, ada banyak tutorial yang bisa diikuti. Keterempalinan mencampur bahan dan mengeksekusinya tak jadi masalah. Toh yang makan kita sendiri, jadi tak akan ada protes dari orang ketiga. Nikmati sendiri meski akhirnya rasa yang digubah jadi unik atau bahkan aneh.
Dok. Pribadi

4. Memiliki Peliharaan
Untungnya memiliki peliharaan berupa hewan atau ternak menjadi jalan hiburan di masa isolasi. Anak saya senang ikan hias jenis guppy, molly, komet, dan ikan konsumsi. Isolasi menjadi jalan hubungan intens dengan peliharaan itu. selain sebagai pelarian kejumudan, setidaknya mereka menjadi teman yang baik di kala sendiri. Ada banyak manfaat kesehatan dari memiliki hewan peliharaan. Selain tentunya, merupakan formula penambah imun yang sangat baik. Apalagi jika peliharaan sudah diarahkan untuk bisnis, formula imunnya bisa kuadrat. Anda bisa cek sendiri.
Dok. Pribadi

Hanya berbekal foto dan video, trasaksi bisa saja terjadi. saya menjual koleksi ikan hias itu dari rumah, dengan memanfaatkan kurir.

5. Bercocok Tanam
Efeknya tentu sama, tanaman bisa menjadi pelampiasan kebosanan dan pengusir segala derita. Apalagi bunga? Ga percaya, tanyakan pada emak-emak. Ada efek mistis yang terjadi pada tubuh ketika melihat tanaman. Mungkin karena memang kita asalnya dari tanah, bermain tanah dengan bercocok tanam sensasinya luar biasa. Anda bisa coba.

6. Membaca Buku
Selain sudah jungkirbalik dengan lima formula di atas, membaca buku bisa jadi pertimbangan baik. Saya punya beberapa daftar buku terbeli yang belum dibaca. Buku bisa mendekatkan yang jauh dan merekatkan yang dekat. Buku dari dulu jendela bagi dunia. Banyak yang rumit dalam hidup kita asalnya karena ketidaktahuan dan kefakiran pikir dan ilmu. Buku hadir sebagai peta, menjadi penunjuk jalan, sebagai cahaya bagi gelap, sekaligus pengusir kesuraman. Carilah jenis bacaan yang menyenangkan. Novel bisa salah satunya. 
Dok. Pribadi

7. Menonton Film
Saat menjalani isolasi, menonton film salah satu aktivitas yang mendobrak imunitas. Saya menamatkan serial drama Korea Start-Up tanpa harus berkutat dengan kebisingan jelang akhir tahun. Menonton menjadi jalan mereguk inspirasi dan menemukan ragam makna yang terserak. Film Alone yang disutradarai Johny Martin menjadi salah satu tontonan inspiratif. Film yang mengisahkan bagaimana Aidan (Tyler Posey) menghadapi masa isolasi dalam gempuran wabah di sekelilingnya. Aidan baru saja ingin mengakhiri hidupnya ketika tanpa sengaja bertemu dengan Eva (Summer Spiro). Pertemua yang melahirkan semangat baru untuk tetap hidup dan bertahan di tengan kiamat zombie itu. film Alone terasa menjadi penghubung kondisi saat ini dengan pandemi. 
Dok. Pribadi Drakor Start-Up

8. Menulis
Saat positif, saya memang berencana merilis diari dan menyampaikan pengalaman lewat tulisan. Urung saya lakukan sebab, ada banyak penghakiman yang berseliweran. Mereka yang positif masih dipandang membawa “aib” dan kerap diperlakukan diskriminatif. Saat petugas kesehatan melakukan kontrol ke rumah dan hanya berdiri bergerombol di depan pagar, hebohlah satu kompleks. Ditambah, para petugas ini hanya lebih penasaran memotret dibanding lebih dalam mengorek kondisi pasien positif Covid-19.

Menulis aktivitas yang merdeka. Tentu ada banyak hal yang bisa disampaikan lewat tulisan. Tulisan menjadi jembatan ekspresi sekaligus saran berkirim makna dengan orang lain. Dari tulisan kita bisa lebih mengerti dan memahami.

Itulah 8 Formula Penambah Imun Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Saat Terkonfirmasi Positif Covid-19. Apapun itu, jangan pernah kehilangan rasa bahagia dan berusahalah melakukan hal-hal menyenangkan. Mereka yang positif Covid-19 lalu akhirnya sembuh adalah anugerah tak terkira. Ada banyak orang yang masih berjuang melawan Covid-19, di tengah bejibun yang masih tidak percaya jika Covid-19 benar-benar ada.(*)
 

Baca Juga:


1 komentar

  1. kabar buruknya, baik penyintas maupun yang sudah divaksin, tetap berpeluang kena covid (lagi). moga kita sehat selalu, dan pandemi cepat berlalu. aamiin

    BalasHapus


EmoticonEmoticon