Khutbah Idul Fitri: Memaknai Idul Fitri yang Penuh Kasih Sayang


SultanSulaiman.Id, Ramadan sebentar lagi akan pergi. Idul Fitri sudah di depan mata. Tentu sudah banyak persiapan yang kita lakukan menyambut Syawal dalam hitungan beberapa hari ke depan. Bagi yag bertugas menjadi khatib Idul Fitri, berikut kami sampaikan naskah Khutbah Hari Raya Idul Fitri yang ditulis oleh Ust. Muhammad Agus, M. Th. I. 

Memaknai Idul Fitri Yang Penuh Kasih Sayang

الخطبة الأولى

(Khutbah Pertama)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر x 9  لا اله الا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد . الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده

لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون ولو كره المنافقون ولو كره المشركون . لا اله الا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله الذي جعل شعائر العيد في الأرض وفي السماء فكانت بين ملائكته وأمة رسوله محمد على السواء فكلهم شرفوا الجباه بالسجود لخالقها ثم سلم كل واحد منهم وهلل وكبر . أحمده جعله يوم فرح للمسلمين وأشكره أعده يوم صلح للمتحاصمين فلا حقد ولا حسد ولا أصغر من ذلك ولا أكبر . أشهد ان لا اله الا الله وأشهد أن محمدا رسول الله . اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن صاموا رمضان ايمانا واحتسابا واتبعوه ببعض من شهر عند الله الأصغر

الله أكبر x 3 لا اله الا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد . "أما بعد" فيا عباد الله اتقوا الله ولا تكونوا من الغافلين . ان ربك لبامرصاد

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah, Penguasa langit dan bumi, Pengatur segala apa yang ada. Maha Suci Allah selamanya, pagi ataupun petang. Allah Yang Maha Pengasih tak pilih kasih lagi Maha Penyayang tak pandang sayang. Dengan rahmat-Nya kita sambut hari ini penuh keceriaan. Tatkala dini hari cahaya fajar satu Syawal menyingsing di ufuk timur, alam pikiran dan perasaan kita bertukar rasa. Seluruh umat Islam bangkit menggemakan takbir dan tahmid, gemuruh membahana suara mengagungkan dan mengesakan Allah. Tua ataupun muda, pria atau wanita, bahkan anak-anak kecil pun tidak ketinggalan mengucapkan:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Nada bersahutan membawa suasana haru menumbuhkan rasa yang mendalam, menembus lipatan kalbu dan nurani serta ruhani umat Islam. Hari ini kita dipanggil berjamaah membina umat. Kita sambut panggilan itu untuk mempertemukan hati dengan hati menghilangkan segala ketegangan dan kerenggangan. Kita lupakan sejenak putaran roda yang menggiring manusia pada kehidupan semata. Saatnya kita menghadap Allah SWT, berjamaah dalam suasana yang cukup mengharukan. Seorang penyair arab pernah bersenandung lirih dengan penuh kesedihan:

يا من بدنياه اشتغل                قد غره طول الأمل

أولم يزل في غفلة           حتى دنا منه الأجل

الموت يأتي بغتة            والقبر صندوق العمل

إصبر على أهوالها          لا موت الا بالأجل

“Wahai manusia yang disibukkan oleh dunia, yang terpedaya harapan hampa. Masih jugakah engkau tetap lalai, menjelang ajal menjemputmu. Kematian datang dengan sigap dan tak disangka-sangka, sementara kubur merupakan kurungan perbuatan. Bersabarlah karena kehebatannya, karena tiada kematian tanpa ajal”.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita memandang ke depan, ke belakang, serta melihat ke samping kanan & kiri kita. Mungkin ada di antara saudara atau keluarga kita di mana tahun lalu ia masih sempat hadir bersama dengan kita untuk melaksanakan salat Idul Fitri sama dengan hari ini.  Namun ternyata sekarang ia tidak ada lagi disebabkan karena tidak diberikan umur panjang oleh Allah SWT.  Ada lagi umur yang panjang namun ia tak punya kesempatan, ada lagi kesempatannya, namun ternyata kesehatannya terganggu sehingga kembali ia tidak dapat menghadiri tempat ini.  Itulah sebabnya, kemungkinan ada orang pada hari ini tinggal menyendiri di rumahnya sambil meneteskan air mata karena keinginannya untuk salat Id bersama tidak dapat terwujud disebabkan kesempatan & kesehatan yang baik tidak ia miliki.  Oleh karena itu, hadirin yang berbahagia.  Mari kita tingkatkan rasa syukur & terima kasih kepada Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita semua.

Khutbah Idul Fitri 2021: Ramadhan Mengantar Manusia ke Fitrahnya

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Ramadan telah pergi meninggalkan kita membawa berbagai macam kenangan yang telah kita lakukan di dalamnya. Ia pergi menghadap Allah melaporkan dirinya terkait amal ibadah yang telah kita perbuat. Sebulan penuh telah kita lewati, suka dan duka dalam mengisi Ramadan yang penuh berkah. Tapi yakinilah, keberkahan Ramadan tidak diukur dan tidak terbatas pada bulan Ramadan saja. Namun keberkahan dan kemuliaannya dilihat dari sejauh mana kita memelihara nilai-nilai Ramadan setelah kepergiannya, yang berarti bahwa berakhirnya Ramadan sebenarnya menjadi tanda peningkatan ketakwaan. Rasulullah SAW mengungkapkan:

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح

“Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung”

ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون

“Barang siapa yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang tertipu”

ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

“Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang terkutuk”.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Oleh karena itu hadirin, mari kita merenungi kembali sikap dan perbuatan kita terhadap bulan suci Ramadan. Apakah kesempatan yang diberikan Allah telah kita pergunakan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal ibadah, ataukah sebaliknya kesempatan tersebut kita sia-siakan tanpa ada makna di dalamnya. Sungguh bahagia orang yang mengisinya dengan kebaikan, dan sungguh merugi orang yang menyia-nyiakannya. Akan tetapi kita pun tidak boleh berputus asa dan berpangku tangan tanpa melakukan perbaikan sebab rahmat dan kasih sayang Allah tetap terbuka selama-lamanya.

لا تقنطوا من رحمة الله

“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah”

Mari kita amalkan sikap dan sifat kasih sayang. Karena pada hari ini telah datang para malaikat menyebar di muka bumi, berdiri di tengah jalan, menyaksikan orang-orang yang beriman, lewat keberuntungan yang ia raih dari ibadah-ibadah yang telah mereka amalkan di bulan suci Ramadan.

Mari kita perbaiki diri dengan senantiasa berbuat kebaikan dan amal saleh:

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره

“Barang siapa yang melakukan kebaikan sekecil apapun, pasti akan diperlihatkan nantinya”.

كل نفس بما كسبت رهينة

“Tiap-tiap sesuatu itu bergantung dari amalan yang telah diperbuat”

وان ليس للإنسان الا ما سعى

“Sesungguhnya tidak ada yang didapat seseorang kecuali dari hasil usahanya”.

وأن سعيه سوف يرى

“Karena sesuungguhnya hasil usaha itulah yang akan diperlihatkan kepadanya”.

ثم يجزاه الجزاء الأوفى

“Yang kemudian dibalas dengan balasan yang sempurna”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah 

Bulan Ramadan betul-betul telah meninggalkan kita, ia pergi tanpa pamit, berangkat tanpa permisi. Deraian air mata berlinang membasahi pipi, mengingat kembali Ramadan telah pergi dan akan berkunjung setahun lagi. Sungguh benar sebuah ungkapan:

بقدر سرور التواصل تكون حسرة التفاصل

“Seukuran kebahagiaan di kala kita bertemu seberat itu pulalah kesedihan di kala kita berpisah”.

Dulu kedatangan Ramadan kita sambut dengan kebahagiaan, kini kepergiannya kita antar dengan tangisan kesedihan.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Karena hari ini kita bersedih dan termenung ditinggalkan Ramadhan, maka Allah SWT menjadikan hari ini sebagai hari raya Idul Fitri yang berfungsi sebagai penyejuk hati yang gersang, pelunak hati yang membatu, dan pembuka mata hati yang terkunci. Mari kita maknai hari ini sesuai dengan makna yang sebenarnya:

ليس العيد لمن لبس الجديد        ***    ولكن العيد لمن كان طاعته يزيد

“Hari Raya Idul Fitri tidak diukur dengan adanya pakaian baru, namun Idul Fitri diukur dengan adanya keta’atan yang semakin bertambah”.

Tersirat dalam peringatannya itu bahwa berIdul Fitri tidak menitikberatkan pada penampilan lahir saja, melainkan tampak pada lubuk hati yang terdalam. Peringatannya itu mengingatkan kita kepada sabda Nabi Muhammad SAW:

ان الله لا ينظر الى صوركم ولا الى أجسامكم ولكن ينظر الى قلوبكم

“Allah tidak melihat postur dan bentuk tubuh kalian, tetapi Allah memandang isi hati kalian”

Oleh karena itu hadirin yang berbahagia, hari ini adalah hari Idul Fitri, jadikanlah sebagai hari kemenangan yang ditandai dengan sikap dan kerelaan untuk saling memaafkan satu sama lain. Hilangkan segala perasaan benci dan dendam di antara sesama. Saatnya membuka diri untuk meminta dan memberi maaf kepada yang lain. Tiada gunanya pertengkaran dipelihara, tiada gunanya benci dan dendam dipertahankan.

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“Tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.

Tidak ada kehinaan bagi orang yang pertama kali mengulurkan tangannya untuk.menjabat tangan saudaranya seraya meminta maaf  kepadanya.  Hilangkan segala keegoisan kita, jangan biarkan ada kalimat yang muncul dalam hati dan lisan kita bahwa sebenarnya aku telah memaafkannya sekiranya ia datang meminta maaf padaku. Namun yang harus dilakukan adalah membuktikan pemberian maaf kita dengan memulai meminta maaf

إبدأ بنفسك

“Mulailah dari diri kita sendiri”

Memang mulia memberi maaf, memang mulia meminta maaf di kala kita bersalah. Akan tetapi jauh lebih mulia di kala kita mampu meminta maaf sekalipun bukan kita yang bersalah. Rasulullah SAW bersabda:

ثلاثة من مكارم الأخلاق عند الله : أن تعفو عمن ظلمك وتعطي من حرمك وتصل من قطعك

“Tiga macam budi pekerti yang mendapat nilai paling tinggi di sisi Allah, yaitu : memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya dirimu, memberi kepada orang yang telah memutuskan pemberian kepadamu, dan bersilaturrahim kepada orang telah memutuskan hubungan denganmu”.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Idul Fitri adalah hari bersilaturahim yang ditandai dengan duduknya kita di sini. Ingat pada masa lalu, cemas dengan masa yang akan ating. Menetes air mata kita mengingat itu semua. Rindu pada keluarga, baik keluarga yang sedang berada diperantauan maupun bagi keluarga yang sudah dipanggil menghadap kehadirat Ilahi. Seorang anak ingat pada orang tuanya yang telah tiada, ingat pada nenek moyang dan sanak keluarga yang telah mendahului kita. Bahkan ada yang ingat pada isteri atau suami yang telah menghadap Allah. Ingat pula kepada handai-tolan, teman sekerja atau sesama jama’ah mesjid yang telah wafat. Haru dan sedih mengenang segala kebaikan dan budi luhur mereka. Untuk mereka kita doakan: “Ya Allah, semoga Engkau menerima amal baik mereka, mengampuni segala dosanya serta menempatkan mereka pada tempat yang dekat dengan-Mu”.

الله أكبر ولله الحمد

Hari ini adalah hari yang paling tepat kita mengingat sekaligus menyesali segala dosa yang telah dilakukan, baik dosa kepada Allah maupun dosa kepada sesama, terlebih lagi dosa kita seorang anak kepada kedua orang tua. Jangan sampai berkahnya Ramadhan dan mulianya hari ini tidak didapatkan karena kedurhakaan dan dosa kita kepada mereka.

Orang tua adalah tumpuan anak-anaknya, orang tua adalah harapan anak-anaknya, orang tua adalah tempat curahan hati dan keluh kesah anak-anaknya. Tiada kata dan bahasa yang dapat mengungkapkan kebaikan mereka kecuali perasaan dan tetesan air mata yang berbicara. Maka dari itu, pesan kami kepada saudara-saudaraku yang masih ada orang tuanya, suatu ketika mungkin kita masih ingin bersua dengan mereka, berbicara dengan mereka, bercanda dengan mereka, namun tidak ada lagi waktu yang disebabkan oleh dua kemungkinan. Kalau bukan kita meninggalkan maka kita yang akan ditinggalkan. Karenanya Allah mengingatkan kita:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah menetapkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah telah mencapai usia tua maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan “ah” dan jangan pula menbentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Maka sungguh sangatlah menyakitkan bila mana ada orang yang tidak mau meneteskan air mata walau hanya setetes saja, mengingat dosa-dosa yang telah diperbuatnya kepada kedua orang tua. Marilah kita berhati-hati, menjaga, berbuat baik, memelihara kedua orang tua kita dan menyadari betapa sakitnya perasaan kita bila kita hidup sendiri tanpa belaian kasih sayang orang tua tanpa seorang ayah dan tanpa ibu.

الله أكبر ولله الحمد

Karenanya, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghilangkan dan memutuskan hubungan antara anak dan orang tuanya. Seburuk apapun orang tua, dia tetap orang tua kita. Dan sejelek apapun anak kita, dia tetap anak kita. Memang berat dan sakit bila ada anak ditinggalkan oleh orang tuanya, namun jauh lebih berat bila ada orang tua ditinggalkan oleh anaknya. Mari kita renungi sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa ketika Rasulullah mengalami sakit yang mengantarkan kematiannya. Datanglah seorang tamu ke rumah Nabi, lalu nabi bertanya kepada putrinya yang Fatimah: 

“Wahai anakkku, Fatimah… apakah engkau mengetahui siapa gerangan yang datang ke mari?” 

Fatimah menjawab: “Aku tidak tahu wahai Rasulullah, aku tidak tahu wahai ayahku”. Nabi lalu mengatakan bahwa yang datang itu adalah malakul maut yang bertugas mencabut nyawa yang menyebabkan seorang suami menjadi duda, seorang istri menjadi janda, dan seorang anak menjadi yatim. 

Rasul pun mempersilakan malaikat tersebut masuk ke dalam rumah, lalu malaikat memberi salam seraya mengatakan: “Aku datang ke mari untuk menyampaikan salam rindu dari Tuhanmu, dan bila engkau telah rela dan menyetujuinya aku pun ingin mencabut nyawamu. 

Betapa sedih hati Fatimah, menetes air matanya mendengarkan kata-kata malakul maut. Rasulullah SAW menjawab pertanyaan malakul maut dengan mengatakan bahwa aku pun sudah sangat rindu ingin bertemu dengan Tuhanku. Fatimah dengan suara lirih berkata kepada Ayahnya: 

“Wahai Rasulullah… Sungguh berat dan sedihnya perpisahan seorang anak dengan ayahnya”. Nabi pun menjawab bahwa jauh lebih berat, jauh lebih sedih seorang ayah meninggalkan anaknya.

Fatimah pun kembali bertanya: “Wahai ayahku… Sekiranya nanti di akhirat aku sangat rindu padamu, ke mana aku hendak mencarimu? Nabi menjawab: “Wahai anakku… Carilah aku di Padang Mahsyar, karena seluruh manusia pasti akan dikumpulkan di tempat tersebut”. 

Lalu Fatimah berkata: “Sungguh sulitnya orang dicari di tempat itu wahai ayahku, dan bila aku sudah sangat rindu padamu sementara aku belum menemukanmu ke mana lagi aku mencarimu”, menetes air mata Nabi mendengarkan keluh-kesah anaknya, bahkan disebutkan dalam riwayat bahwa seluruh malaikat ikut menangis mendengarkan pembicaraan antara Nabi dan putrinya. 

Maka Rasulullah SAW menjawab: “Carilah aku nanti di jembatan shirathal mustaqim, karena tidak ada seorang pun yang tidak melewati jalan tersebut”. Fatimah kembali mengeluh “Alangkah sulitnya aku menemukanmu wahai ayahku” semakin sedihlah putri Nabi mendengarkan jawaban ayahnya yaitu Rasulullah SAW. 

Lalu Nabi mengatakan; “Wahai anakku… Carilah aku nanti di depan pintu surga, karena aku tidak akan masuk ke dalam surga sebelum seluruh umatku masuk ke dalamnya. Wahai anakku… Perbanyaklah kebaikanmu kepada sesama, mudah-mudahan Allah memberi balasan yang berlipat ganda”.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka mereka akan bersama orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Tuhannya, yaitu para Nabi, orang-orang yang membenarkan ajaran agama, para syuhada dan orang saleh. Mereka itulah teman yang paling baik”.

Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah SWT.

Demikianlah gambaran betapa berat dan susahnya perpisahan antara anak dan orang tuanya. Oleh karena itu, kita yang masih memiliki orang tua hendaklah kita berbakti dan berbuat baik kepada mereka. Sedangkan kita yang sudah tidak memiliki orang tua atau sudah ditinggal mati oleh orang tuanya, hendaklah kita mendoakan mereka. Semoga mereka diselamatkan dalam perjalanannya sekaligus tetap mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT.

Singkat kata, penderitaan orang tua, penderitaan ayah, penderitaan ibu tak lain dan tak bukan kecuali hanya untuk kebaikan anaknya. Tidak ada kata, tidak amal dan perbuatan yang dapat membalas dan menyamai kebaikan orang tua kepada anaknya. Karena itu, sadarilah akan segala dosa dan kesalahan kita kepada mereka. Jangan sampai kita mengangggap bahwa dengan puasa satu bulan penuh disertai dengan penunaian zakat sehingga dosa-dosa kita telah diampuni oleh Allah. Yakinilah Allah tidak akan mengampuninya sebelum kita memohon maaf kepada orang tua.

Olehnya itu hadirin, sekembali dari tempat ini mari kita langsung menghadap ke hadapan orang tua kita, rangkul mereka, cium tangan mereka, seraya menyesali segala kesalahan dan kedurhakaan kita kepadanya. Setelah itu, kita saling memaafkan antar saudara, keluarga, tetangga dan handai tolan lainnya, baru kita kembali menghadap Allah. Maka barulah pada saat itu kita bersih dan suci dan segala dosa dan pelanggaran.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Akhirnya, marilah kiita sama-sama menundukkan kepala dengan menghadapkan wajah dan hati kita kepada Allah seraya kita berdoa kepada-Nya semoga hari ini menjadi saksi nyata akan kemenangan kita, hari ini menjadi saksi nyata akan harapan dan kerinduan kita untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan tahun depan. Semooga hari ini menjadi saksi akan baiknya hubungan kita dengan Allah, hubungan anak dengan orang tuanya serta hubungan kita antar sesama yang ditandai dengan sikap saling memaafkan satu sama lain. 
 
Ya Allah… Kayakanlah kami dengan ilmu pengetahuan, hiasilah kami dengan kelembutan hati, muliakanlah kami dengan ketakwaan serta perindahlah kami dengan kesehatan, dengan rahmat-Mu wahai Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الله اكبر x 3  لا اله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل الله مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. أقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم وللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات. فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

 

الخطبة الثانية

 (Khutbah Kedua)

الله اكبر 7    لا اله الا الله والله اكبر . الله اكبر ولله الحمد , الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا , لا اله الا الله والله اكبر , الله اكبر ولله الحمد

فسبحان الله حين تمسون وحين تصبحون , وله الحمد في السموات والأرض وعشيا وحين تظهرون , يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي , ويحيي الأرض بعد موتها وكذلك تخرجون . الله اكبر 3    سبحان من حضعت له رقاب الجبابرة والكبراء , وانتقم من الظالمين بعدله للمظلومين من عباده الضعفاء . سبحان من تنزه عن الفحشاء , سبحان من أحاط علمه بجميع الأشياء , سبحان من يغير ولا يتغير , سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .

الحمد لله الذي يحقق رجاء من امله ويجيب دعاء من ابتهل اليه وامله . اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله ارسله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون . صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا "أما بعد"

فيا عباد الله , اتقوا الله وصلوا على رسول الله. ان الله وملائكته يصلون على النبي يآايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما . اللهم صل وبارك على سيدنا محمد في الأولين والآخرين وفي الملاء الأعلى الى يوم الدين.

اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين : أبي بكر وعمر وعثمان وعلي , وارض اللهم عن سيدنا الحسن وسيدنا الحسين وعن امهما فاطمة الزهراء وعن جدتهما خديجة الكبرى وعن بقية الصحابة والقرابة والتابعين لهم بإحسان الى يوم الدين . وارض عنا معهم يا رب العالمين .

اللهم انصر الإسلام والمسلمين ودمر أعدائك أعداء الدين . اللهم آمنا في دورنا واصلح ولاة أمورنا ووفق حكامنا وزعمائنا الى ما فيه صلاح العباد والبلاد

اللهم الف بين قلوبهم واصلح ذات بينهم واهدنا وإياهم الى سبيل الرشاد . اللهم حبب الينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره الينا الكفر والفسوق والعصيان , واجعلنا من الراشدين.

اللهم انا نسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك والسلامة من كل إثم والغنيمة من كل بر والفوز بالجنة والنجاة من النار . اللهم اخرجنا من الظلمات الى النور وارزقنا عملا صالحا وتجارة لن تبور , يا عالم ما في الصدور

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات برحمتك يا ارحم الراحمين

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار , آمين يا رب العالمين

عباد الله , ان الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون . فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر والله يعلم ما تصنعون.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Simak: 

Malam Lailatur Qadr

Sepi di Hari Raya Idul Fitri

0 Comments

Posting Komentar