Resensi Novel: Diamuk Luka di Petang Bala Tadulako

Resensi Novel: Diamuk Luka di Petang Bala Tadulako

https://www.voaindonesia.com
sultansulaiman.id. Tak ada yang menduga, jika petang 28 September 2018 itu, Palu diamuk bencana beruntun. Gempa, tsunami, dan likuefaksi. Orang-orang di Pantai Talise sedang bersuka cita dengan Festival Nomoni, puluhan ribu jumlahnya, riang gembira menyambut petang yang mulai ranum, di pantai yang menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah. Lalu, getaran itu datang (7.4 SR, sumber lain menyebut 7.7 SR) orang-orang panik berhamburan. BMKG sudah membunyikan peringatan Tsunami, namun lekas berakhir karena sepertinya tak akan ada potensi gelombang besar dari laut. Orang-orang kembali tenang, di kiri kanan sudah nampak kerusakan akibat goncangan. Orang-orang beranggapan, setelah gempa tak ada lagi yang perlu dicemasi.