Hari Sendu dan Malam Seribu Bulan yang Terlewatkan

Hari Sendu dan Malam Seribu Bulan yang Terlewatkan

https://alfahmu.id/
sultansulaiman.id, Saat tiba di kantor, saya mengontak istri, adakah ia merasakan sesuatu yang beda? Katanya, semalam itu rada aneh, ada yang ganjil, beda dari malam-malam sebelumnya. Sore kemarin, langit mendung, usai magrib hujan turun amat deras, berhenti, lalu hening. Aroma tanah yang baru dibaluri hujan meruak. Tak ada ceracau yang mengacau, serasa ada yeng sedang mentakzimi keadaan. Malam inikah?

Lalu pagi, semburat mentari terhalang awan tipis di langit. Cahayanya sendu, tak menyengat seperti hari-hari sebelumnya. Tergelarlah beberapa tanda yang diungkapkan para ahli hikmah. Malam seribu bulan jika telah bertandang, akan meninggalkan ragam jejak yang bisa dikenali. Sebiji sesal buncah, mengapa tak merapal doa-doa panjang, tak menyibukkan diri dengan ibadah-ibadah: baca quran, salat, zikir, sedekah, apa saja kebaikan. Oh, sebiji sesal berubah gumpalan. Kami hamba-hamba yang lalai.