Cerpen Menjenguk Ibu

Cerpen Menjenguk Ibu

Ilustrasi dari Republika

Cerpen ini dimuat di Gorontalo Post pada 10 Juli 2021. Cerpen ini awalnya cerita mini yang dihimpun oleh FLP Gorontalo. Selamat membaca!

SultanSulaiman.Id, Sudah sebulan Bapak berpulang. Aku masih kerap mendapati Ibu meringkuk sendirian. Di kamarnya yang remang, Ibu meruahkan air matanya. Tak ada yang bisa mengusir bayangan Bapak. Apalagi kebersamaan yang sudah puluhan tahun, jelas meninggalkan prasasti di benak Ibu. Kepergian Bapak telah merampas sebagian jiwa Ibu. Ibu amat terguncang.

“Bapakmu tidak meninggal Nak!” Ucap ibu terbata-bata.

Aku yang mendengar perkataan ibu hanya bisa mematung. Jelas, sulit bagi Ibu. Aku kadang ingin bertanya, seperti apa cinta Ibu kepada Bapak. Namun, sikap Ibu setelah kepergian Bapak sudah menegaskannya.

“Jika kamu pulang, terus yang sama Ibu siapa?”